tak juga patah hati.
Aku bukan miliknya,
dia pun tidak memiliki hatiku.
Tapi kenapa justru ada rasa yang membuat ku tersiksa
kerangkeng tak kasat mata..
Aku telah tidur berjam-jam,
bahkan tidak berniat melakukan apa-apa selain teronggok di kasur ku
menjadi manusia paling tak berguna
tapi tetap, seperti di dalam otak ini bercokol satu nama..
nama nya bagai virus yang mengakses seluruh penjuru otak ku
membuatku seperti manusia paling konyol sejagad
ini kah karma? karna selalu aku berpaling dan menertawakannya
rasa ini.. perasaan bedebah yang membuat ku seperti orang cacat
akan kah aku bisa bebas dari nya dan menjadi waras?
bisakah ia rasakan ini?
apakah ia merasa sama bedebahnya?
No comments:
Post a Comment
bilang